Kamis, 27 November 2008

ILMU KOMUNIKASI

Ilmu komunikasi sangat penting bagi seluruh umat manusia karena untuk dapat berinteraksi dengan orang lain hanya dapat dilakukan dengan komunikasi. Jika seseorang tidak dapat berkomunikasi maka hidupnya tidak akan berlangsung lama. Komunikasi memiliki pengertian/makna yang banyak. Setiap pakar memiliki pengertian yang berbeda-beda terhadap komunikasi .Tetapi dari sekian banyak pengertian komunikasi, rata-rata yang menjelaskan tentang hal yang sama, yaitu penyampaian pesan.

Kata komunikasi berasal dari bahasa Yunani, yaitu communis yang artiny membuat kebersamaan atau membangun kebersamaan dua orang atau lebih. Communis (communico)dalam arti lain adalah berbagi. Dalam hal ini yang dibagi adalah pemahamanbersamamelalui pertukaran pesan. Namun secara umum, pengertian komunikasi adalah usaha penyampaian pesan antar manusia.

Komunikasi melibatkan 3 komponen, yaitu penyampai pesan/informasi (komunikator), informasi yang disampaikan (pesan) , dan penerima informasi (komunikan). Komunikator selalu menginginkan (feedback) umpan balik dari komunikan.

Komunikasi memiliki 4 fungsi,Yaitu:

1. Komunikasi Sosial

Komunikasi Sosial adalah Tindakan komunikasi yang bertujuan untuk membangun konsep diri, membangun aktualisasi/eksistensi diri, untuk kelangsungan hidup, dan memperoleh kebahagiaan.

2. Komunikasi Ekspresif

Komunikasi ekspresif adalah tindakan komunikasi yang bertujuan untuk menyampaikan perasaan dan emosi kita serta untuk mempengaruhi orang lain.

3. Komunikasi Ritual

Komunikasi ritual adalah tindakan komunikasi yang bertujuan sebagai pemenuhan jati diri manusia sebagai individu, anggota komunitas dan sebagai salah satu unsur alam semesta.

4. Komunikasi Instrumantal

Tindakan komunikasi yang bertujuan untuk menyampaikan informasi (to inform), mendidik (to educate), menghibur (to entertaint), dan mengajak/mempengaruhi orang lain ( to influence).

Setiap makhluk hidup memiliki kemampuan untuk berkomunikasi. Jadi, selain manusia hewan juga dapat berkomunikasi. Setiap hewan mempunyai cara mereka sendiri untuk berkomunikasi, baik dengan gerakan, teriakan, dengkingan, dan lain-lain. Komunikasi hewan memiliki kelebihan berkomunikasi, yaitu dapat mendeteksifenomena alam. Sebagai contoh, ketika bencana alam terjadi di Aceh tanggal 26 Desember 2004 hampir tidak ada hewan yang mati, khususnya gajah dan kelinci, padahal lebih dari 100.000 orang meninggal dunia karena bencana tersebut. Walaupun demikian komunikasi manusia jauh lebih efektif daripada komunikasi hewan.

Setiap tindakan komunikasi tidak terlepas dari gangguan-gangguan komunikasi (noise). Gangguan itu bisa berasal dari diri kita (Fisik dan psikologis) atau diluar diri kita (semantic). Contoh gangguan fisik seperti : bisu, sumbing, gagap, dll, sedangkan contoh gangguan dari luar kita bunyi pesawat terbang, kebisingan,dll. Setiap orang akan berusaha untuk menyempurnakan proses komunikasi mereka karena komunikasi yang baik akan menghasilkan persepsi dan interaksi yang baik.

Komunikasi terbagi atas 3 bagian, yaitu :

§ Komunikasi sebagai 1 arah (tidak ada feedback, contoh : pidato, nonton TV,dll).

§ Komunikasi interaksi (terdapat feedback dari komunikan)

§ Komunikasi transaksi (terjalin secara verbal (suara) dan non verbal (symbol) serta tidak disadari kapan proses komunikasi dimulai dan berakhirnya).

Ketiga unsur diatas memiliki unsur kesengajaan atau disadari.

Konteks-Konteks Komunikasi

Terdapat setidaknya enam tingkat konteks komunikasi, yaitu : komunikasi intrapribadi, komunikasi antarpribadi, komunikasi kelompok, komunikasi public, komunikasi organisasi, komunikasi massa, dan beberapa komunikasi tambahan. Semua konteks komunikasi ini sangat berkaitan erat satu dengan yang lainnya. Misalnya pada komunikasi public akan terjadi juga komunikasi kelompok, antarpribadi, dan intrapribadi. Jadi semua konteks komunikasi tersebut tidak dapat dipisahkan.

Selain konteks-konteks terdapat juga prinsip-prinsip komunikasi, antara lain :

§ Komunikasi adalah proses simbolik

§ Setiap prilaku mempunyai potensi komunikasi

§ Komunikasi punya dimensi isi dan dimensi hubungan

§ Komunikasi berlangsung dalam berbagai tingkat kesengajaan

§ Komunikasi terjadi dalam konteks ruang dan waktu

§ Komunikasi melibatkan prediksi peserta komunikasi

§ Komunikasi bersifat sistemik

§ Komunikasi mirip latar belakang social belakang social budaya semakin efektiflah komunikasi

§ Komunikasi bersifat nonsekuensial

§ Komunikasi bersifat prosesual, dinamis, dan transaksional

§ Komunikasi bersifat Irreversible

§ Komunikasi bukan penasea untuk menyelesaikan berbagai masalah.

Model-model komunikasi

Komunikasi bersifat dinamis (berubah-ubah) sehingga sulit untuk dimodelkan. Tetapi penggunaan model berguna untuk mengidentifikasi unsure-unsur komunikasi dan bagaimana unsure-unsur tersebut berhubungan. Sejauh ini terdapat ratusan model komunikasi yang teah dibuat oleh para pakar. Kekhasan suatu model komunikasi juga dipengaruhi oleh latar belakang keilmuan (pembuat). Model tersebut, paradigma, kondisi teknologis, dan semangat zaman yang melingkunginya.

Berikut adalah model yang biasa digunakan.

1. Model S – R

Model stimulus – respon ( S –R) adalah model komunikasi paling dasar. Model ini dipengaruhi oleh disiplin psikologis, khususnya yang beraliran behavioristik. Model ini menunjukkan komunikasi sebagai proses aksi – reaksi yang sangat sederhana. Proses ini dapat bersifat timbale-balik dan mempunyai banyak efek. Setiap efek dapat mengubah tindakan komuniaksi ( communication act) berikutnya.

Gambar 1 : Model S – R

2. Model Aristoteles

Model Aristoteles adalah model komunikasi paling klasik, yang sering juga disebut model retoris (rhetorical model). Menurutnya komunikasi memiliki 3 unsur, yaitu pembicara (speaker), pesan (message), dan pendengar(listener).

Gambar 2 : Model Aristoteles

Fokus komunikasi yag ditelaah Aristoteles adalah komunikasi retoris, yang kini lebih dkenal dengan nama komunikasi public )public speaking) atau pidato.

3. Model Lasswell

Model Lasswell berupa ungkapan verbal, yakni :

Who

Says what

In which channel

To Whom

With what effect?

Model ini dikemukakan oleh Harold Lasswell tahun 1948 yang menggambarkan proses komunikasi dan fungsi komunikasi yang diembannya dalam masyarakat. Lasswell mengemukakan tiga fungsi komunikasi, yaitu : pertama, pengawasan lingkungan—yang mengingatkan anggota-anggota masyarakat akan bahaya dan peluang dalam lingkungan; kedua, korelasi berbagai bagian terpisah dalam masyarakat yang merespons lingkungan; dan ketiga, transmisi warisan social dari suatu generasi ke generasi lainnya.

Lasswell mengakui bahwatidak semua komunkasi bersifat dua arah, dengan suatu aliranyang lancar dan umpan balik yang terjadi antara pengirim dan penerima. Model Lasswell sering diterakan dalam komunikasi massa. Model tersebut mengisyaratkan bahwa lebih dari satu saluran dapat membawa pesan.

4. Model Shannon dan Weaver

Salah satu model yang digunakan Claude Shannon dan Warren Weaver pada tahun 1949 dalam buku the Mathematical Theory of Communication. Model ini menyoroti problem penyampaian pesan berdasarkan tingkat kecermatannya. Model ini melukiskan suatu sumber yang menyandi atau menciptakan pesan dan menyampaikannya melalui suatu saluran kepada seseorang penerima dan menyandi balik atau mencipta ulang pesan tersebut.

Gambar 3 : Model Shannon dan Weaver

Persepsi: Inti Komunikasi

Persepsi adalah inti komunikasi, sedangkan penafsiran (interpretasi) adalah inti persepsi, yang identik dengan penyandian balik (deciding) dalam proses komunikasi. Sebenarnya persepsilah yang menentukan kita memilih suatu pesan dan mengabaikan pesan yang lain. Semakin tinggi derajat kesamaan persepsi individu, semakin mudah dan semakin sering mereka berkomunikasi, dan sebagai budaya atau kelompok identitas.

Untuk lebih memahami pengertian persepsi, berikut adalah beberapa defenisi lain persepsi :

Brian Fellow :

Persepsi adalah prses yang memungkinkan suatu organisme menerima dan menganalisis informasi.

Kenneth K. Sereno dan Edward M. Bodaken.:

Persepsi adalah sarana yang memungkinkan kita memperoleh kesadaran akan sekeliling dan lingkungan kita.

Philip Goodacre dan Jennifer Follers:

Persepsi adalah proses mental yang digunakan untuk mengenali rangsangan.

Joseph A. DeVito :

Persepsi adalah proses yang menjadikan kita sadar akan banyaknya stimulus yang mempengaruhi indra kita.

Sekian dulu ya…saya sangat mengharapkan saran dan kritik dati teman-teman sekalian. Apabila ada kesalahan dalam tulisan ini saya minta maaf, DAA….

4 komentar:

My Perfect Life mengatakan...

Adek, tampilannya biasa banget, bisa diperbagus dengan sentuhan warna. Trus banyak tulisan yang ga penting yang masuk, bisa diedit lagi. Gitu dulu ya. Gb. ---Nata---

Salam Super mengatakan...

Maklum msh baru..

Hey...... mengatakan...

Thanx ya bwt artikelnya

akhirnya dpt jg artikel ttg ilmu komunikasi..huh...

Tentang kmnikasi verbal dan nonverbalny mana?

tolong di tulis jg ya... saya tunggu...

Hey...... mengatakan...

Hey... mana artikel yg sya reqeust..

com verbal dan non verbal